Perdanayudha's Blog

Just another WordPress.com weblog

Menabung

pada Mei 12, 2011

Susah sekali yach menabung ? begitulah kira-kira jawaban yang terlontar dari rekan-rekan, teman ,kerabat atau bahkan diri sendiri ketika kita ditanya seberapa besar kita bisa menabung dari penghasilan kita ? yang lebih ironis lagi jangankan menabung bisa impas saja antara pendapatan dan pengeluaran sudah syukur. Parahnya lagi, kebanyakan dari kita termasuk salah satu yang selalu defisit alias lebih besar pengeluaran daripada pendapatan. Bahkan ada yang menutup defisit tersebut dengan melalui hutang kartu kredit sehingga semakin babak belukondisi keuangan kita.

Lantas bagaimana mensiasatinya ? buat mereka yang termasuk dalam kategori pendapatan lebih kecil dari pengeluaran sebaiknya mulai menghitung ulang pengeluaran-pengeluarannya, karena bisa jadi pengeluaran tersebut lebih banyak yang tidak berkaitan dengan kebutuhan dasar kita, misalnya : entertainment, pakaian yang terlalu banyak, olahraga yang kelewat mahal dan lain sebagainya. Sekali lagi lakukanlah peninjauan ulang pengeluaran-pengeluaran kita , minimal bisa menutupi dahulupengeluarandenganpendapatankita.

Tentu saja tidak mudah untuk melakukan ini, apalagi dibutuhkan keterbukaan dalam melihat pola belanja kita, tipsnya adalah mencoba untuk mencatat segala pengeluaran kita sehingga kita bisa mengetahui selisih antara pendapatan dan pengeluaran. Tips lainya adalah dengan cara menggunakan ATM atau buku bank artinya biasakanlah menggunakan transaksi dengan teknologi perbankan atau ATM sehingga setiap akhir bulan anda tinggal mencetak buku tabungan anda dan melihat selisih antara debet dan kredit. Apabila kredit lebih besar dari debet berarti ada kemungkinan terdapat surplus pada bulan yang bersangkutan tetapi jika sebaliknya maka kondisi keuangan anda mengalami defisit. Jangan lupa memperhatikan unsur-unsur biaya lainnya seperti bunga, pajak dan biaya transaksi lainnya. Apalagi saat ini ada bank yang mau membebaskan biaya administrasi

Tips lainnya juga bisa menggunakan lebih dari satu rekening bank, caranya adalah dengan membagi antara pengeluaran yang bersifat bulanan atau rutin dengan pengeluaran yang bisa dijadikan sekaligus tabungan. Untuk bisa melakukan ini tentu ada konsekwensi biaya pajak dan admistrasi bank menjadi lebih besar. Cara ini mungkin lebih baik dibanding dengan cara pertama, karena dengan cara ini kita bisa membedakan pengeluaran yang bersifat rutin dan pengeluaran yang bisa dijadikan tabungan atau dengan kata lain kita dituntun untuk melakukan pengeluaran untuk menabung. Untuk contoh kasus riilnya, Bapak Toni memiliki pendapatan Rp 5.000.000 / bulan dengan pengeluaran kurang lebih Rp 4.500.000 . Pada kasus ini diasumsikan Bapak Toni ingin menyisihkan 10 % dari pendapatannya atau senilai Rp 500.000. Setiap gajian Bapak Toni langsung mentransfer uang tersebut pada rekening yang berbeda dan sisanya digunakan untuk konsumsi keluarga.

Pola menabung bisa kita bedakan menjadi dua kategori. Kategori pertama adalah dengan mengkonsumsi terlebih dahulu baru kemudian menabung dan kategori kedua adalah dengan menabung dulu baru mengkonsumsi. Bapak Toni telah menerapkan kategori yang kedua sehingga Bapak Toni cenderung untuk bisa menabung lebih disiplin. Sementara sebagian besar kita lebih banyak menggunakan kategori yang pertama sehingga tingkat kedisiplinan menabung dengan nilai tertentu kurang bisa tercapai karena tidak ada jumlah yang kita tetapkan atau bahkan jumlahnya menjadilebihsedikit.

Apakah menabung saja sudah cukup ? ternyata menabung saja belumlah cukup. Apabila ketika kita masih kecil selalu diajarkan untuk menabung di bank itu adalah hal yang baik karena kita akan memiliki dana darurat atau bahkan sekaligus untuk investasi, cara ini biasa disebut menabung konvesional. Kenapa demikian ? karena menabung sekaligus berinvestasi menjadi tidak tepat karena bisa jadi daya beli uang kita akan tergerus dengan inflasi.

Pola menabung yang sedikit lebih baik terbagi menjadi 3 komponen. Komponen yang pertama adalah menabung untuk emergency fund atau dana darurat. Dana darurat ini dibutuhkan untuk keperluan yang sifatnya mendadak. Komponen yang kedua adalah menabung untuk proteksi, artinya kita juga harus menyadari bahwa hidup kita memiliki risiko. Risiko itu antara lain adalah risiko sakit , cacat tetap atau bahkan meninggal. Untuk itu kita harus mengantisipasi risiko tersebut sejak dini hari. Sisihkan uang anda untuk membeli proteksi atau asuransi yang sesuai kebutuhan anda. Jika memungkinkan anda bisa membeli produk asuransi yang sekaligus memiliki unsur investasinya. Dengan membeli asuransi sebenarnya anda memproteksi asset dan pendapatan anda kedepan untuk keluarga jika terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan. Komponen yang ketiga adalah investasi. Komponen ini adalah untuk memaksimalkan uang anda di masa yang akan datang. Saat ini anda bisa melakukan investasi di produk-produk investasi reksadana dengan hanya senilai Rp 100.000 hingga Rp 250.000 . Nilai ini tergantung dari perusahaan manajer investasinya. Untuk komponen ketiga ini cobalah mengetahui produk-produk investasi dengan bertanya kepada orang ahli atau profesional atau membaca sehingga uang yang anda sisihkan tidak hilang di kemudian hari.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: